Tuesday, 13 March 2018

Mengenal Linda, Lady Biker Bercadar Pengendara Motor Sport Asal Yogya

Linda, Bikers Bercadar.

Bagi sebagian orang, perempuan yang mengenakan cadar kerap dianggap berkaitan dengan gerakan radikalisme, memiliki kepribadian yang tertutup, dan tak gampang bersosialisasi dengan orang lain. Namun bagi Herlinda Ira Wulandari (30), mengenakan cadar tak menghalanginya dalam beraktifitas maupun bergaul dengan orang lain.

Lindabira, demikian biasa dia disapa, mengatakan dirinya mantap mengenakan cadar sejak awal tahun 2018 yang lalu. Usai memutuskan berhijrah, Linda tak lantas meninggalkan dunia motor sport yang sejak dulu digemarinya.

Perempuan kelahiran 27 Maret 1988 ini, sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama senang mengendarai motor sport. Mempunyai motor sport berjenis CBR 250 Linda hingga saat ini tercatat dan masih aktif sebagai anggota Jogja CBR Riders Independent (JCRI).

"Terakhir touring bareng teman-teman klub CBR pas ke Wonogiri. Sekitar dua minggu yang lalu. Ya pakai niqab tapi tetap safety. Pakai helm fullface, protector siku dan lutut, sama pakai jaket," ujar Linda saat ditemui Jumat (9/3) lalu.

Ibu dari Abira Galan (8) ini mengaku sudah menggemari motor sport sejak masih bersekolah di SMP 3 Banguntapan, Bantul. Waktu itu, Lindabira dibelikan sepeda motor Suzuki RGR oleh ayahnya. Sejak itu dirinya mengaku jatuh cinta dengan motor sport yang lazimnya dikendarai pria.

"SMP dibelikan almarhum papa saya RGR. Terus pas SMA ganti jadi Ninja. Terus ganti lagi Ninja RR. Sempat pakai Ducati 600 cc milik almarhum papa tapi terus ganti CBR 250 cc sampai sekarang," ujar perempuan lulusan APMD ini.

Linda, Bikers Bercadar.

Linda mengatakan dengan CBR 250 dirinya pernah melakukan touring dari Yogyakarta menuju Lampung. Perjalanan itu ditempuhnya selama seminggu. Sebab, Lindabira sempat mampir-mampir ke beberapa kota terlebih dulu.

"Yogyakarta-Surabaya juga pernah. Itu saya tempuh 9 jam perjalanan. Saya sendirian berangkatnya karena ke Surabaya untuk ziarah ke makam Papa. Biasanya kalau kangen Papa langsung gas ke Surabaya," ungkap Linda.

Linda menceritakan banyak pengalaman yang pernah didapatnya selama menjadi lady biker. Salah satunya dirinya pernah dicegat oleh orang saat melintas di Alas Roban dari perjalanan Yogyakarta menuju Surabaya.

"Waktu itu malam. Pas mau ke Surabaya lewat Alas Roban. Saya dicegat sama dua orang. Motor diberhentiin. Untung belakang saya ada bus. Jadi begitu bus mendekat langsung saya gas dan enggak jadi dicegat," kenang Linda.

Linda mengatakan dirinya memang gemar memacu motor sport. Bahkan, dalam kondisi tertentu Linda pernah menggeber motornya dengan kecepatan di atas 100 kilometer per jam.

"Dulu, pernah sampai kecepatan 167 kilometer per jam. Biasanya kalau pas emosi terus gas. Tapi sekarang sudah enggak lagi," tutur Linda.

Linda mengaku meskipun mengenakan cadar dirinya tak kesulitan dalam mengendalikan motor sport. "Enggakk ada kesulitan. Sudah biasa kok," urai Linda.

Linda, Bikers Bercadar.

Linda menceritakan keputusannya untuk berhijrah hingga akhirnya menggunakan cadar dilakukannya secara bertahap. Awalnya, Linda tak mengenakan jilbab. Kemudian Linda memutuskan mengenakan jilbab sejak setahun yang lalu.

"Berhijab mulai satu tahun ini. Kalo pakai niqab (cadar) awal tahun ini. Awalnya karena sering ikut kajian. Akhirnya saya memutuskan jadi seperti sekarang ini," papar Linda.

Ketua JCRI, Ferdy Yunianto menerangkan bahwa Linda merupakan satu-satunya anggota perempuan di klub tersebut. Selain itu, Linda juga menjadi satu-satunya perempuan bercadar yang tergabung dalam klub motor sport.

"Mungkin satu-satunya perempuan yang mengenakan cadar yang ikut klub CBR 250. Kemarin waktu touring dan acara di Wonogiri saya sempat ditanya-tanya oleh teman-teman dari klub lainnya. Tapi setelah tahu itu adalah Linda ya teman-teman lain jadi paham," ulas Ferdy.

Ferdy mengisahkan bahwa saat touring ada juga warga yang penasaran dengan sosok Linda. Pasalnya tak lazim ada seorang perempuan bercadar yang menaiki motor sport.

"Ada beberapa warga sekitar kaget. Ini kok pakai cadar kok pakai motor sport. Mau tanya malu akhirnya pada tanya ke saya dan saya jelaskan," kata Ferdy.

Ferdy menambahkan paska memutuskan menggunakan cadar, sosok Linda banyak mengalami perubahan. Perubahannya, sambung Ferdy, ke arah yang positif.

"Banyak perubahannya. (Linda) jadi lebih teratur dalam berkendara. Selain itu juga membawa dampak positif bagi teman-teman klub yang lainnya. Jadi ada yang mengingatkan kalau ada hal-hal yang dianggap melenceng," tutup Ferdy.


Sumber: merdeka.com

Saturday, 10 March 2018

11 Hal Ngangein Saat Sebelum Ada Internet, Cek Nomor 9!

11 Hal Yang Akan Kamu Rindukan Pada Zaman Sebelum Ada Internet-11

Kamu merasa nggak bahwa selain banyaknya barang-barang yang mulai tergantikan fungsinya oleh smartphone, dunia juga semakin gila internet! Kebayang nggak bagaimana bedanya kehidupan sehari-hari sebelum ada internet dulu?

Memang sih teknologi makin lama makin canggih. Menurut kamu, bergerak ke arah yang lebih baik atau lebih buruk? Tentu saja kita semua butuh teknologi, namun berikut ini adalah 11 hal yang akan kamu rindukan pada zaman sebelum ada internet.

Kemarin Jaka pernah dapat undangan ke acara seorang teman. Bukannya menjamu dengan acara atau hidangan istimewa, yang istimewa dari acara yang diselenggarakannya adalah gratis WiFi!

Yakin kamu gak merindukan hal-hal yang terjadi di kehidupan kamu saat sebelum ada internet dan teknologi smartphone? Coba ingat-ingat lagi.

1. Kita bBeraktifitas Di Luar
Masih ingat saat-saat menghabiskan waktu di luar menikmati sinar matahari di pagi hari, menghirup udara segar dan berlari di lapangan untuk berolahraga? Sekarang boro-boro. Kamu pasti lebih milih cek notifikasi smartphone pas bangun tidur, buka Instagram untuk cuci mata dan berbalas komentar di Facebook sebagai olahraga jari. Gara-gara internet.


Belanja? Banyak toko online di Instagram, Facebook, hingga web yang khusus untuk mempermudah berbelanja. Mau transfer uang? Semua sudah ada di smartphone. Terus kapan jalan ke luar dan menikmati sengatan sinar mataharinya?

2. Berinteraksi Langsung Dengan Orang
Masih ingat berapa banyak teman yang kamu miliki dulu sebelum kenal internet? Sedikit teman, tapi mereka menjadi teman terbaik kamu, bukan? Kamu jadi menghargai pertemanan dengan janjian, bertemu langsung dan beraktifitas bersama mereka.


Berkat internet nambah teman sangat mudah. Kamu hanya perlu menekan tombol Tambah Sebagai Teman di Facebook, atau ikuti akun Twitternya, maka jadilah kamu berteman dengan 'orang' yang tidak kamu kenal sebelumnya. Tapi pernah gak kamu berinteraksi langsung dengan banyak orang yang kamu tambahkan atau ikuti tersebut?

3. Tidak Suka? Ngomong Langsung Lebih Sopan

Perbedaan pendapat dengan teman itu biasa, dan kamu bisa menyelesaikannya secara langsung dengan membicarakannya bersama teman kamu tanpa harus melibatkan orang lain. Tapi sekarang? Internet membawa kebebasan berpendapat ke tingkatan yang berbeda.


Tidak suka terhadap sesuatu atau seseorang? Posting di Facebook, Path atau Twitter, lalu biarkan semua orang tahu kamu tidak suka terhadap seseorang. Untuk apa hal itu dilakukan? Tidak sopan. Kemana ya sopan santun seperti itu sejak ada internet?

4. Buku telepon dan Yellow Pages
 

Mengingat handphone zaman dulu hanya mampu menyimpan sedikit kontak, buku telepon sangat bermanfaat. Perlu nomer telepon bisa cek buku telepon atau Yellow Pages. Tapi sekarang semua nomer penting bisa dicek dan serba ada di Google. Apa kabar ya para penerbit Yellow Pages?

5. Kita Beli Majalah


Siapa di sini yang dulu sering berburu poster spesial yang dimuat oleh majalah atau tabloid? Jaka sering melakukannya. Bahkan mungkin kamu juga termasuk orang yang menempelkan beberapa potongan menarik baik itu gambar atau artikel dari majalah atau tabloid di tembok atau buku. Seru bukan? Bahkan kamu pasti bangga jika memiliki banyak koleksi majalah di rumah. Sejak ada internet, Jaka tidak pernah beli majalah. Jadi gak ada hal-hal seru yang bisa digunting dan koleksi yang dibanggakan di dalam kamar.

6. Nonton TV Bareng Keluarga
 

Pasti dulu pernah kamu alami, saat akhir pekan atau libur sekolah berkumpul bersama keluarga untuk menonton TV di ruang keluarga. Moment seperti ini akan membuat ikatan dengan keluarga semakin erat, karena bisa bercanda dan tertawa oleh hiburan yang dilihat bersama-sama. Sekarang? Alih-alih nonton TV bersama keluarga, mungkin kamu lebih suka streaming konten dari channel favorit kamu di YouTube. Jika pun nonton TV bareng keluarga, kamu pasti sibuk mengecek Facebook, posting di Path, atau berbalas pesan BBM, LINE, dan WhatsApp.

7. Menunggu Pak Pos Mengantar Surat


Dulu, saat akan mengirim surat, kamu harus pergi ke kantor pos, menutup amplop dengan lem dan membasahi perangko dengan menjilatnya. Setelah mengirim surat, kamu berhari-hari bahkan hingga berbulan-bulan menunggu balasan. Tidak kah kamu rindu aktifitas menunggu surat balasan yang diantarkan oleh Pak Pos? Kini semua surat bisa dibalas cepat lewat email. Bagi pelaku hobi korespondensi dan filateli, hal itu pasti sangat dirindukan.

8. Jalan-Jalan Ke Perpustakaan


Sebelum ada internet, aroma khas dari perpustakaan akan menjadi sahabat khas bagi kamu saat harus mengerjakan tugas dari guru. Apalagi tuntutan tugas akhir yang banyak pasti akan membuatmu harus berlama-lama di perpustakaan untuk mencari banyak materi. Sebelum ada Google di era internet sekarang, ensiklopedia adalah buku hebat yang tahu segalanya. Kamu, kapan terakhir kali ke perpustakaan?

9. Minta Lagu Di Radio


Sampe sekarang, masih banyak memang radio yang melayani aktifitas memutar lagu permintaan pendengarnya, namun tidak seasyik dulu. Sebelum ada internet, untuk mendengarkan lagu favorit, kamu bisa memintanya diputarkan di internet. Saat lagunya diputarkan dan salam-salam yang kamu titipkan dibacakan, rasanya seneng banget kan? Tapi sekarang, lagu favorit kamu bisa langsung diakses di YouTube atau men-download-nya, dan salam kamu bisa langsung disampaikan via Facebook atau Twitter.

10. Konten khusus dewasa


Apa kamu masih ingat dengan film dan buku yang hanya bisa dibeli jika kamu telah berumur 17 tahun ke atas? Film dan buku tersebut seolah eksklusif, sehingga harus keluar uang banyak jika ingin memilikinya. Sekarang, sejak ada internet kamu bisa mengakses konten khusus dewasa kapanpun dimanapun tanpa harus peduli dengan batasan umur.

11. Ejaan Yang Benar

Zaman sekolah dulu, kamu mungkin pernah belajar tentang Ejaan Yang Disempurnakan (EYD). Dan kamu pasti akan menggunakan ilmu yang kamu dapatkan dengan benar pada surat yang kamu tulis. Tapi sejak ada internet, selain meninggalkan aktifitas surat menyurat, ternyata muncul juga ejaan-ejaan baru yang mengikuti gaya dan kebutuhan komunikasi di internet.


Singkatan baru banyak bermuculan sejak Twitter memperkenalkan batasan posting dalam 140 karakter. Apa kamu juga termasuk orang yang menyingkat "Sempat" menjadi "S4", dan "Setuju"menjadi "Se7"?

Dari 11 aktifitas tersebut di atas, mana kah yang paling kamu rindukan? Jika kamu merindukannya juga, selamat datang di era Internet of Things.
 
 
Sumber: JalanTikus

Kumpulan GameHouse Paling Memorable yang Bisa Kamu Mainkan di Android

 
Kumpulan GameHouse

Masih inget ngga sih di tahun 2000-an dulu, ada developer game PC yang terkenal banget sama game-game-nya. Kalo kamu lupa, JalanTikus bantu ingetin deh, namanya adalah GameHouse.

Biasanya, kalo kamu abis beli komputer atau laptop, si penjual bakal tanya mau diisiin game atau ngga. Dan biasanya, game-game yang dikasih sama si penjual itu ya game-game dari GameHouse. Terus, apa aja sih game GameHouse yang paling memorable?

Di artikel kali ini, Admin bakal ngajak kamu buat bernostalgia sama game-game besutan GameHouse. Di antara ratusan judul game keluaran GameHouse, ini 7 yang paling memorable. Nah, kalo kamu kangen pengen mainin game-game ini, kamu bisa mainin game yang gameplay-nya mirip-mirip lho di HP Android kamu.

1. Feeding Frenzy
Masih inget ngga sama game dimana kamu akan berperan jadi ikan yang kudu memakan ikan-ikan lainnya sampai badan ikan kamu besar? Nah, kalo kamu masih inget sama game yang satu ini, mungkin kita ini sekarang seumuran kali yaaa.


Buat ngobatin rindu kamu sama game ini, kamu bisa instal game Hungry Shark Evolution nih di HP Android kamu. Gameplay-nya mirip-mirip gitu kok, kamu berperan sebagai hiu yang harus memangsa mahkluk-mahkluk di sekitar kamu.

2. Diner Dash
Wah, yang satu ini sih favorit JT banget nih! Kamu berperan sebagai bartender yang harus siap siaga melayanin para pengunjung cafe kamu. Nantinya, kamu juga bisa meng-upgrade segala sesuatu yang ada di cafe kamu agar pengunjung semakin nyaman berada disana.


Ternyata, saking terkenalnya game ini, Diner Dash juga hadir untuk versi smartphone lho. Tapi, bukan GameHouse lah pengembangnya, melainkan Glu Mobile. Tapi game ini sama-sama seru kok kayak di versi PC-nya dulu.

3. Pizza FrenzyKamu berperan sebagai koki dalam sebuah restoran pizza yang harus melayanin pesanan pelanggan. Disini kamu hanya harus membuat pesanan semirip mungkin dengan permintaan pelanggan.


Nah, jika kamu rindu ingin memainkan game ini, kamu bisa mendownload game berjudul Good Pizza, Great Pizza di HP kamu. Game ini sendiri memang terlihat lebih rumit dan sulit ketimbang Pizza Frenzy, namun disinilah letak keseruannya.

4. Mad Caps
Game yang ngeharusin kamu buat nyocok-nyocokin tutup botol ini emang seru banget buat dimainin dan jadi salah satu game puzzle inovatif. Kebanyakan sih yang main game ini tuh bapak-bapak ataupun ibu-ibu.


Di zaman sekarang juga ada game semacem Mad Caps buat di Android, yaitu Candy Crush. Walaupun agak berbeda, tapi game ini mempunyai gameplay yang mirip-mirip juga sih.

5. Tap A Jam
Game ini sebenernya akar dari game Guitar Hero yang terkenal di PS2 dulu. Kamu harus menekan tombol arah atas, bawah, kanan, atau kiri secara tepat sesuai dengan beat dari musik yang sedang diputar. Walaupun terdengar sederhana, namun game ini agak sulit lho untuk dimainkan.


Mungkin karena mempunyai gameplay yang beda dari game-game di zamannya dan mempunyai tingkat kesulitan yang lumayan, game ini jadi populer. Sekarang ini juga udah banyak kok game Android yang mengusung gameplay yang mirip, salah satunya berjudul Tap Tap Reborn 2.

6. Cake Mania
Ini nih salah satu game GameHouse yang agak ribet dan bikin stres pas dimainin. Kamu berperan sebagai penjaga toko kue yang harus ngelayanin pelanggan yang banyak maunya banget, kayak dibikinin kue dengan bentuk adonan kotak, warna adonan biru lah, dan masih banyak lagi.


Sekarang sih emang udah banyak game Android yang gameplay-nya mirip-mirip sama Cake Mania, salah satunya Cooking Fever yang populer. Bedanya, di Cooking Faver, kamu bukan menjadi penjaga toko kue, melainkan restoran gitu.

7. Insaniquarium
Wah, ini nih salah satu game legendaris yang kalo udah dimainin bisa males buat berenti. Kamu diharusin buat mengatur akuarium yang berisi makhluk-makhluk yang hidup di air. Agar ikan-ikan kamu ngga mati, kamu harus rajin ngasih makan dan terkadang akan ada alien-alien yang menyerang.


Untungnya, kalo kamu rindu buat mainin game ini, kamu bisa download game Insaniquarium versi Android di Google Play Store. Sayangnya game ini ngga gratis guys, dijual seharga Rp 13.000. Ya, tapi harga segitu worth it lah buat mainin game yang bikin ketagihan ini.

Akhir Kata
Nah, itulah 7 game GameHouse legendaris yang bisa kamu mainin di HP Android kamu sekarang ini. Walaupun berbeda, tapi nuansa dan gameplay yang ditawarin masih tetep sama kok, malah ada beberapa fitur tambahan dan perubahan juga. Yang penting kan kita masih bisa nostalgia sama game-game tersebut, ya kan?
Sumber: jalantikus

Tuesday, 6 March 2018

Bagi Orang Rusia, 6 Kata Bahasa Indonesia Ini Terdengar Aneh Di tTelinga Mereka


Karena tak terbiasa menggunakannya, beberapa kata dalam bahasa asing yang kita pelajari akan terdengar aneh atau unik.

Padahal, bagi si pengguna asli bahasa itu, kata-kata tersebut hanyalah istilah umum dan lazim digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Sebuah media Rusia mengumpulkan daftar kata Indonesia yang hampir pasti membuat orang Rusia terkejut atau tertawa saat pertama kali mendengarnya.

Dari berbagai contoh, berikut 6 istilah biasa dalam Bahasa Indonesia yang bermakna lucu atau bahkan, bermakna umpatan dalam Bahasa Rusia, seperti Liputan6.com kutip dari RBTH Indonesia (22/2/2018).

1. Suka

Kata unik bahasa Indonesia iStock

Menurut KBBI, suka berarti berkeadaan senang. Namun, kata ini hampir pasti membuat seluruh orang Rusia yang mempelajari bahasa Indonesia tertawa. Dalam bahasa Rusia, "" (dibaca 'suka') berarti anjing betina.

Namun, kata ini kemudian menjadi kata umpatan yang berarti perempuan jalang atau pelacur. Sekarang, Anda tentu bisa membayangkan reaksi orang Rusia saat menemukan tepung atau bumbu masakan bermerek "Mama Suka".

2. Ya, Ibu

Kata unik bahasa Indonesia iStock

Tentu saja, ini bentuk respons yang sangat sopan dalam bahasa Indonesia. Namun, bagi orang Rusia yang mempelajari bahasa Indonesia, ungkapan ini bisa terdengar aneh.

Dalam bahasa Rusia, " " (dibaca 'ya ibu') adalah ungkapan kasar yang berarti "saya tidak tahu". Sementara, padanan kata kerja (dibaca 'ibat') dalam bahasa Inggris adalah to f*ck.

3. Kaki dan kakak

Kata unik bahasa Indonesia iStock

Dalam bahasa Rusia, baik "" (dibaca 'kaki') maupun "-" (dibaca 'kaka') sama-sama berarti tahi atau kotoran. Jadi, saat pertama kali mendengar kata "kaki" dan "kakak" dalam bahasa Indonesia, kedua kata ini tentu cukup menggelikan bagi orang Rusia.

4. Nah

Kata unik bahasa Indonesia iStock

Ini merupakan kata seru untuk menyudahi (menukas, menyimpulkan, dan sebagainya) perkataan atau jalan pikiran. Kata ini hampir selalu digunakan dalam percakapan sehari-hari di Indonesia.

Namun bagi orang Rusia, kata ini terdengar lucu karena "" (dibaca 'nakh') adalah kata slang Rusia yang berarti f*ck off dalam bahasa Inggris.

5. Suci

Kata unik bahasa Indonesia iStock

Selain berarti bersih atau murni, kata "suci" juga banyak dipakai sebagai nama perempuan di Indonesia. Namun, jika Anda bernama Suci dan hendak memperkenalkan diri kepada orang Rusia, bersiap-siaplah untuk melihat ekspresi terkejut pada wajah mereka.

Kenapa?

Karena "" (dibaca 'suchiy') dalam bahasa Rusia adalah bentuk kepunyaan untuk perempuan jalang atau pelacur.

Misalnya, frasa (suchiy potrokh) bisa dipadankan dengan ungkapan son of a b*tch dalam bahasa Inggris, yaitu orang yang menjengkelkan dan kurang ajar.

6. Sri



Kata unik bahasa Indonesia iStock

Sri adalah dewi pertanian, dewi padi dan sawah, serta dewi kesuburan dalam kepercayaan kuno masyarakat Jawa. Nama Sri pun masih cukup populer dipakai untuk menamai anak-anak perempuan, khususnya di Pulau Jawa.

Namun, sama seperti kasus di atas, jika Anda bernama Sri, jangan heran saat melihat reaksi orang Rusia yang berkenalan dengan Anda. Kata "" (dibaca 'sri') dalam bahasa Rusia adalah bentuk imperatif dari kata kerja (dibaca 'srat') yang berarti "buanglah air besar".
 
 
Sumber: merdeka.com

PEMUDA HARUS TAHU: Bahasa Indonesia Makin Diminati Di Rusia

Lapangan Merah Moskow.

Duta Besar Indonesia untuk Rusia Wahid Supriyadi mengatakan bahasa Indonesia kian diminati di Rusia. Bahkan dua universitas sudah mengajarkan bahasa Indonesia.

"Di Rusia, pengajaran bahasa Indonesia semakin meningkat. Kazan University itu buka jurusan bahasa Indonesia. Sebelumnya cuma di St. Petersburg sama Moskow," kata Wahid di Kementerian Luar Negeri, Jumat (23/2).

Wahid menambahkan, di Indonesia juga ada jurusan bahasa Rusia, seperti di Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada dan empat universitas lainnya.

"Kemungkinan UGM akan membentuk jurusan sastra Rusia karena baru ada dua di UI dan Unpad," kata Wahid.

Selain soal bahasa, Dubes Supriyadi juga menyinggung soal pertumbuhan Islam di Rusia.

"Sekarang ada 6.500 umat muslim di Rusia dan setiap tahun ada 40 sampai 50 masjid baru," kata Wahid.

pemerintah Rusia juga mengirim santri ke Pesantren di Sumba, Indonesia. Imam di Moskow juga banyak yang dari Indonesia, beberapa lulusan dari Malang. Dan keberadaan muslim di Moskow besarnya hampir setara dengan penduduk Malaysia.

"Saya ketemu imam di Kastroma pinggiran Moskow, kayak Karawangnya Moskowlah. Imamnya lulusan Indonesia," kata Wahid.
 
 
Sumber: merdeka.com

Monday, 5 March 2018

PEMUDA HARUS TAHU INI: 4 Pemuda Paling Berpengaruh Selama Perang Kemerdekaan Indonesia

Ilustrasi

Tentara Nasional Indonesia (TNI) baru saja merayakan hari jadinya ke-70. Perjalanan panjang telah dilalui TNI hingga era modern, mulai dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) hingga resmi menjadi pasukan bersenjata yang bertugas mengamankan kedaulatan Indonesia dari serbuan asing.

Dibacakannya teks proklamasi membuat banyak pemuda Indonesia berbondong-bondong mendaftarkan diri sebagai relawan. Mereka ingin mempertahankan kemerdekaan yang baru saja dibacakan dwitunggal Soekarno-Hatta dari kedatangan Belanda.

Para pemuda datang dari berbagai kalangan, ada yang bekas tentara KNIL, atau Pembela Tanah Air (PETA), bahkan petani sekalipun. Ada yang membentuk laskar tersendiri, tapi tak sedikit yang memilih bergabung bersama TNI.

Dari sejumlah pemuda yang ikut serta menjadi pejuang, banyak di antara mereka yang menonjol. Bahkan berperan dalam mengubah jalannya perang.

Siapa saja mereka? Berikut rangkumannya:
 

1. Daan Mogot
Pada perang kemerdekaan nama Mayor Daan Mogot sangat populer di Jakarta dan Tangerang. Mungkin Daan Mogot juga layak dicatat sebagai mayor termuda dalam sejarah. Ketika menjadi mayor, pemuda ganteng ini masih berusia 16 tahun. Masih ABG kalau istilah zaman sekarang.

Tapi bukan tanpa alasan Daan Mogot yang baru berusia 16 tahun ini diberi pangkat Mayor dan memimpin Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Jakarta Barat. Daan Mogot merupakan angkatan pertama Pembela Tanah Air (PETA), organisasi militer buatan Jepang. Waktu mendaftar PETA, usianya baru 14 tahun. Dia menjadi salah satu yang terbaik hingga akhirnya diangkat menjadi pelatih PETA di Bali.

Daan Mogot juga punya visi yang cerdas soal militer. Bayangkan di usia 17 tahun, dia dan kawan-kawannya mendirikan sekolah calon perwira Akademi Militer Tangerang. Daan Mogot diangkat menjadi direktur pertama Akademi Militer Tangerang.

Sayang mayor muda gagah berani ini tidak berumur panjang. Tanggal 25 Januari 1946, Daan Mogot bersama pasukannya berangkat untuk melucuti pasukan Jepang di Lengkong, Tangerang.

Kala itu Jepang sudah menyerah kepada sekutu. Daan Mogot dan rekan-rekannya berpikir lebih baik senjata Jepang jatuh ke tangan tentara Indonesia daripada pasukan Belanda yang akan segera kembali di bawah sekutu.

Mayor Daan Mogot berangkat bersama 70 taruna Akademi Militer Tangerang ke kawasan Lengkong, Serpong, Tangerang. Di sana dia menemui Kapten Abe, komandan tentara Jepang sementara pasukannya berjaga di luar.

Perundingan berlangsung damai. Kapten Abe meminta izin menghubungi atasannya dulu di Jakarta sebelum menyerahkan senjata. Tetapi pasukan taruna di luar, tanpa sepengetahuan Daan Mogot ternyata sudah mulai melucuti tentara Jepang. Beberapa tentara Jepang juga sukarela menyerahkan senjatanya.

Tiba-tiba entah dari mana, terdengar tembakan. Situasi langsung kacau balau. Tentara Jepang segera berlari mengambil kembali senjatanya. Penjaga di pos senapan mesin pun langsung memberondong para taruna.

Pertempuran tak seimbang berlangsung. Mayor Daan Mogot berlari keluar dan berusaha menghentikan tembak menembak. Usahanya tak berhasil, dia tewas setelah diberondong tentara Jepang.

Daan Mogot gugur sebagai kesatria. Usianya baru 17 tahun ketika meninggalkan Ibu Pertiwi untuk selama-lamanya. Selain Daan Mogot, 33 taruna dan 3 perwira gugur dalam peristiwa Lengkong.
 

2. Margonda
Tidak banyak yang mengenal sosoknya sebagai pejuang di era perang kemerdekaan. Namun, namanya telah dikenang dan dijadikan nama jalan utama di Depok, Jawa Barat.

Wenri Wanhar, penulis buku 'Gedoran Depok: Revolusi Sosial di Tepi Jakarta 1945-1955' menyebut Margonda adalah nama seorang pemuda yang belajar sebagai analis kimia dari Balai Penyelidikan Kimia Bogor. Lembaga ini dulunya bernama Analysten Cursus. Didirikan sejak permulaan perang dunia pertama oleh Indonesiche Chemische Vereniging, milik Belanda.

Memasuki paruh pertama 1940-an, Margonda mengikuti pelatihan penerbang cadangan di Luchtvaart Afdeeling, atau Departemen Penerbangan Belanda. Namun tidak berlangsung lama, karena 5 Maret 1942 Belanda menyerah kalah, dan bumi Nusantara beralih kekuasaannya ke Jepang. Margonda lantas bekerja untuk Jepang.

Saat Jepang takluk dengan bom atom Amerika di Nagasaki dan Hiroshima pada tahun 1945, Margonda ikut aktif dengan gerakan kepemudaan yang membentuk laskar-laskar. Margonda bersama tokoh-tokoh pemuda lokal di wilayah Bogor dan Depok mendirikan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) yang bermarkas di Jalan Merdeka, Bogor.

Sayangnya, umur Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI) di bawah pimpinan Margonda relatif singkat. Mereka pecah dan anggotanya bergabung dengan BKR, Pesindo, KRISS dan kelompok kecil sejenis lainnya.

Banyaknya kelompok kecil laskar dan para pejuang berakibat petaka bagi para Belanda Depok itu. Pada 11 Oktober 1945, meletus peristiwa Gedoran Depok. Depok diserbu para pejuang kemerdekaan. Para pejuang menilai orang Depok tidak mengakui kemerdekaan Indonesia.

Bulan November, para pejuang yang tercerai-berai menjalin koordinasi dan menyusun kekuatan. Mereka berencana merebut kembali Depok dari tangan NICA. Mereka menyusun sebuah serangan yang menggunakan sandi 'Serangan Kilat'. Pasukan NICA kelabakan tapi Depok gagal direbut pejuang. Kedua pihak mengalami korban yang banyak.

Saat peristiwa itu, Margonda kembali muncul. Di antara ratusan pejuang yang gugur hari itu, terdapat Margonda, pimpinan AMRI. Margonda gugur 16 November 1945 di Kalibata, Depok daerah bersungai di kawasan Pancoran Mas, Depok. Sungai yang bermuara di Kali Ciliwung itu menjadi saksi gugurnya Margonda.

Nama Margonda tercatat di Museum Perjuangan Bogor bersama ratusan pejuang yang gugur. Semasa berjuang, Margonda berkawan dekat dengan Ibrahim Adjie dan TB Muslihat. TB Muslihat senasib dengan Margonda. Dia gugur dalam pertempuran.
 

3. Slamet Riyadi
Sosok Ignatius Slamet Riyadi tak bisa dipisahkan dari perang kemerdekaan. Dia merupakan pemimpin yang berpengaruh sekaligus cerdik dalam menyusun berbagai siasat untuk menjebak musuh. Dia juga dikenal sangat dekat dengan seluruh anak buahnya.

Perannya dimulai dari pengepungan markas Kempeitai di Solo, Jawa Tengah. Kenekatannya menerobos desingan peluru musuh membuat rakyat dan rekan-rekannya kagum, namanya pun harum hingga membuat Wakil Presiden Mohammad Hatta yang merangkap sebagai Menteri Pertahanan memberinya pangkat Mayor.

Hebatnya, calon kelasi yang gagal menjadi pelaut ini mendapatkan pangkat tersebut di usia 19 tahun. Sebuah penghargaan yang tak mungkin diterima kembali oleh prajurit-prajurit lain di era modern.

Berbagai aksi dia jalankan, mulai dari menghentikan laju tentara Belanda saat agresi I di Salatiga, hingga perang gerilya saat agresi II berlangsung. Sepak terjangnya tersebut membuat petinggi militer Belanda mengaguminya.

Kemampuannya memimpin pasukan dan kecerdikan memimpin siasat ini membuat dirinya dipercaya sebagai pemimpin. Padahal, banyak anak buah yang berusia lebih tua darinya, namun mereka tetap menghormati Slamet sebagai seorang pemimpin.

Setelah Belanda mengakui kedaulatan RI, dia dipercaya untuk memimpin pasukan menghadapi para pemberontak. Semula, Slamet dikirim untuk meredakan pemberontakan yang digerakkan Westerling dengan Angkatan Perang Ratu Adil, namun karena tidak bertemu dengan mereka, dia ditugaskan untuk meredakan aksi DI/TII.

Kemampuannya mendekati rakyat membuat dia sangat dikenal. Kondisi ini seakan menambah kekuatan pasukannya dalam meredakan pasukan DI/TII, hingga berhasil membuat Kahar Muzakkar dan anak buahnya tak bisa memperluas aksinya ke daerah lain.

Kemampuannya itu membuat dia dipercaya untuk memimpin pasukan dalam menumpas gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) yang menyatakan berpisah dari Indonesia. Dia bekerja di bawah komando Kolonel Alex Kawilarang. Di Maluku inilah dia menghembuskan napas terakhirnya akibat terkena tembakan sniper RMS yang bersembunyi di balik Benteng Victoria.

Atas jasa-jasanya, pemerintah memberikan gelar pahlawan terhadap Slamet Riyadi. Pangkatnya pun dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal Anumerta.
 

4. Soedirman
Soedirman merupakan sosok paling berpengaruh di Tentara Nasional Indonesia (TNI). Dia merupakan panglima pertama yang diangkat dan dilantik oleh Presiden Soekarno. Kemenangannya dalam Palagan Ambarawa menjadikan alasan pemerintah untuk memilihnya sebagai pemimpin pasukan TNI.

Jauh sebelum era perang kemerdekaan dimulai, Soedirman sangat jauh dari dunia kemiliteran. Dia berasal dari keluarga penjahit dan memulai karier sebagai seorang guru.

Kedatangan Jepang mengubah pandangan hidupnya, dia memilih mendaftarkan diri sebagai kadet untuk menjadi tentara Pembela Tanah Air (PETA). Di tempat itulah ia ditempa dan dididik untuk membuat siasat dalam mengalahkan musuh.

Setelah Jepang menyerah dan proklamasi dibacakan, Soedirman mulai mengubah jalan hidupnya untuk menjadi seorang tentara. Di saat bersamaan, Soekarno mengumumkan untuk menunjuk Soeprijadi sebagai panglima pertama, namun tak pernah muncul hingga posisinya digantikan sementara oleh Oerip Soemohardjo.

Tindakan pasukan sekutu yang membuat pangkalan di Magelang membuatnya marah. Serangan rakyat berhasil membuat mereka mundur. Saat itulah dia menyusun siasat untuk menyergap sekutu dan NICA di Ambarawa. Setelah menjalani pertempuran berhari-hari, Ambarawa akhirnya direbut dan sekutu mundur teratur ke Semarang.

Atas kiprahnya tersebut, dia ditunjuk sebagai salah satu kandidat panglima. Dalam sebuah pemilihan, dia mendapatkan 22 suara dukungan dari komandan divisi Sumatera. Saat itu, usianya masih 29 tahun, berkat dukungan itu Soedirman diangkat menjadi jenderal.

Jatuhnya ibu kota republik, Yogyakarta pada agresi militer Belanda II membuat Soedirman memutuskan untuk melaksanakan perang gerilya. Meski kondisinya yang sakit-sakitan akibat komplikasi paru membuatnya terpaksa digotong untuk naik dan turun gunung. Namun, dia tetap berhasil menyusun kekuatan untuk merebut kembali Yogyakarta.

Berkat perannya itu, Indonesia mendapatkan kekuatan di tingkat internasional. Belanda pun terpaksa mengakui kedaulatan dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag.

Sayang, Soedirman tak bisa merasakan kemerdekaan penuh yang diraihnya dengan banyak pengorbanan. Dia pun menghembuskan napas terakhirnya pada 1950. Berkat jasanya, dia dianugerahi gelar pahlawan dan pangkatnya dinaikkan menjadi Jenderal Besar dengan lima bintang di pundaknya
 
Sumber: merdeka.com

PEMUDA: Merdeka atau Mimpi?


Tujuh Puluh Dua tahun sudah negara kita tercinta merdeka. Tapi apakah kemerdekaaan yang kita rasakan sampai saat ini adalah kemerdekaan hakiki. Ataukah kemerdekaan Indonesia selama ini hanya kemerdekaan semu belaka.

Kata ‘merdeka’ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki beberapa arti, diantaranya ‘bebas’, ‘berdiri sendiri’ dan tidak terikat atau bergantung pada orang lain ataupun pihak tertentu’. Mungkin saja kemerdekaan kita saat ini hanya karena bebas dari penjajahan secara fisik. Tidak menutup kemungkinan kita masih belum merdeka karena belum mampu berdiri sendiri untuk mengelola kekayaan sumber daya alam dan mengembangkan sumber daya manusianya. Ketergantungan pada negara asing masih cukup kental dalam segala urusan Negara kita ini. Hal ini berarti negara kita masih terjajah dalam berbagai bidang, misalnya ekonomi, politik, teknologi dan lain sebagainya.

Banyak sudah yang merindukan kemajuan dan kesejahteraan bagi Indonesia. Tapi hal ini bisakah terjadi atau hanya menjadi angan-angan semu yang tak pasti. Jika kita merujuk pada satu ayat al-Quran yang sudah familier di telinga kita, Allah swt menegaskan tak akan merubah keadaan suatu kaum, golongan masyarakat, ataupun negara selagi mereka tidak memiliki kemauan untuk berubah (QS ar-Ra’d [13]: 11). Perubahan memang diperlukan, tapi apakah hanya cukup niat dan berharap saja tanpa adanya usaha yang nyata untuk mewujudkannya.

Semangat berjuang demi suatu perubahan memang sangat dibutuhkan. Mampukah kita memiliki semangat juang seperti para pahlawan yang mengorbankan jiwa dan raganya demi menuju kemerdekaan sampai seperti sekarang ini. Apakah sejarah para pejuang negara hanya menjadi sebuah buku bacaan dan dongeng-dongeng patriotik yang indah semata. Kapankah kita bisa mengambil pelajaran dari sekian banyak sejarah itu dan menjadikannya contoh bagi perjuangan kita ke depan. Aaah, ternyata meraih kemerdekaan tak semudah membalikkan telapak tangan. Anda boleh sepakat atau tidak, jika semangat para pahlawan dan pejuang tumbuh dari dari hati tulus mereka yang sangat cinta pada tanah air. Perjuangan mereka tak mengenal imbalan dan jasa, bahkan bisa dikata jika mereka semua ikhlas tanpa pamrih dalam memperjuangkan negara. Apakah sekarang bisa dijumpai lagi keikhlasan, ketulusan, dan rasa tanpa pamrih itu dalam diri kita. Ataukah kita hanya menemukan oknum-oknum ‘perampok’ dengan segala kepentingan dan kerakusan mereka.

Setiap negara pasti memiliki mimpi untuk menjadi negara maju dan jaya. Mimpi itu memang sudah ada dari dulu. Tapi apakah cukup hanya dengan bermimpi. Sudah barang tentu meraih mimpi itu tidak mudah, butuh perjuangan dan pengorbanan. Mulai dari mana kita berjuang dan berkorban untuk bangsa. Mungkin bisa kita mulai dengan menumbuhkan rasa cinta pada negara kita Indonesia. Dengan didasari rasa cinta pasti segala perjuangan akan menjadi ringan. Habib Luthfi bin Yahya pernah mengatakan, “Jangan mimpi untuk bisa dihormati oleh negara lain, sedangkan anda tak mampu menghormati dan menghargai negara ini. Jangan sampai anda lebih bangga dengan barang atau apapun yang berasal dari luar negeri dari pada apa yang dihasilkan oleh negeri sendiri”. Mari kita menumbuhkan rasa cinta bagi negara kita Indonesia, dengan dibarengi saling menghormati dan menjalin persaudaran antar suku dan agama yang beraneka ragam di bumi nusantara ini. Semoga harapan dan mimpi-mimpi itu bisa terwujud. Dahulu nenek moyang kita memiliki jargon yang sangat patriotik yakni, ‘merdeka atau mati’, apakah jargon itu masih kita gunakan sampai saat ini. Ataukah jargon itu berubah menjadi ‘merdeka atau mimpi’?
 
 
Sumber: harakatuna.com

Statistics

About Me

authorBUNG AGUS RAMANDA (Ketua) BUNG BASUKI, S.Pd., MM. (Sekretaris)
Learn More →